Selasa, 27 Desember 2011

RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah                         : SMA Taman Siswa
Kelas / Semester           : XII (Dua belas) / Semester I
Mata Pelajaran            : FISIKA

Standar Kompetensi
    1.    Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

Kompetensi Dasar
1.1   Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum.

Indikator
1.      Mengidentifikasi karakteristik gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
2.      Mengidentifikasi karakteristik gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
3.      Menyelidiki sifat-sifat gelombang (pemantulan, pembiasan, superposisi, interferensi, difraksi, polarisasi dan dispersi) serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner.

A. Tujuan Pembelajaran
        Peserta didik dapat:
1. Menjelaskan definisi gelombang dan besaran-besaran gelombang.
2. Menjelaskan perbedaan gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
3. Memberikan contoh sumber-sumber gelombang.
4. Menjelaskan pengaruh sifat medium terhadap kecepatan gelombang.
5. Menghitung besaran-besaran gelombang dengan menggunakan persamaan gelombang.
6. Menganalisis prinsip Huygens untuk memahami konsep muka gelombang.
7. Menganalisis konsep pemantulan dan pembiasan melalui hukum Snellius.
8. Menganalisis fenomena superposisi dua gelombang atau lebih.
9. Memberikan contoh aplikasi penerapan gelombang pada dawai.
10.  Menjelaskan fenomena interferensi, difraksi, polarisasi, dan dispersi pada gelombang.
11.  Mengidentifikasi persamaan gelombang berjalan dan gelombang stasioner.

B. Materi Pembelajaran
        Gejala dan Ciri-ciri Gelombang

C. Metode Pembelajaran
1.      Model   :   -   Direct Instruction (DI)
                                -   Cooperative Learning
               2.  Metode  :   -   Diskusi kelompok    
                                       -   Ceramah
                                       -   Observasi
D.    Langkah-langkah Kegiatan








PERTEMUAN PERTAMA

            a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
Apakah gelombang bunyi tergolong gelombang longitudinal?
Bagaimana persamaan-persamaan fisika yang menerangkan gejala gelombang?
l  Prasyarat pengetahuan:
Apakah ciri-ciri gelombang longitudinal?
Bagaimana menentukan persamaan gelombang?
   
b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gelombang.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan contoh gelombang dalam kehidupan sehari-hari.
l  Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan penulisan vektor perpindahan.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan mengenai pengertian besaran-besaran gelombang yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan untuk mendapatkan persamaan gelombang.
l  Guru memberikan contoh soal menentukan persamaan simpangan gelombang.
l  Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal menentukan persamaan simpangan gelombang di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan persamaan simpangan gelombang untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KEDUA
   
 a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
Bagaimana pengaruh sifat medium terhadap cepat rambat gelombang?
Bagaimana hubungan intensitas dengan jarak penjalaran gelombang?
l  Prasyarat pengetahuan:
Bagaimana hubungan kecepatan gelombang dengan sifat medium?
Bagaimana persamaan yang menyatakan hubungan intensitas gelombang dan jarak yang ditempuh gelombang?
                       
 b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hubungan kecepatan gelombang dan sifat medium
l  Peserta didik memperhatikan beberapa kasus pengaruh sifat medium terhadap laju perambatan gelombang dalam medium tersebut yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan contoh soal mengenai hubungan kecepatan gelombang dan sifat medium.
l  Guru memberikan beberapa soal mengenai hubungan kecepatan gelombang dan sifat medium untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan persamaan energi yang dibawa gelombang.
l  Peserta didik memperhatikan hubungan intensitas gelombang dan jarak yang ditempuh gelombang yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan contoh soal menghitung besaran-besaran gelombang dengan menggunakan persamaan gelombang.
l  Guru memberikan beberapa soal menghitung besaran-besaran gelombang dengan menggunakan persamaan gelombang untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KETIGA
   
 a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Apa yang terjadi jika sebuah batu dijatuhkan pada permukaan air yang tenang?
-      Apa yang terjadi jika dua buah gelombang saling berpadu?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan muka gelombang?
-      Apa yang dimaksud dengan superposisi gelombang?

 b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian muka gelombang.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai muka gelombang untuk berbagai bentuk gelombang.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan prinsip Huygens.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian pemantulan gelombang.
l  Peserta didik memperhatikan hubungan antara arah gelombang datang dan gelombang pantul yang disampaikan oleh guru.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian pembiasan gelombang.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan hukum pembiasan (hukum Snellius) yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian superposisi gelombang.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan untuk mendapatkan persamaan superposisi gelombang sinusoidal, pelayangan dan gelombang berdiri.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan konsep superposisi gelombang, pelayangan, dan gelombang berdiri yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal penerapan konsep superposisi gelombang dan pelayangan untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

         c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KEEMPAT
   
   a. Kegiatan Pendahuluan
Motivasi dan Apersepsi:
-      Apakah perbedaan antara interferensi konstruktif dan interferensi destruktif?
-      Sebutkan peristiwa dispersi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan interferensi?
-      Apakah yang dimaksud dengan dispersi?

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan beberapa fenomena gelombang.
l  Guru membagi tugas kelompok:
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena interferensi gelombang.
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena difraksi gelombang.
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena polarisasi gelombang.
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fenomena dispersi gelombang.
l  Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
  a. Buku Paket Fisika Yudhistira
  b. Buku referensi yang relevan
  c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
            a. Teknik Penilaian:
-      Tes tertulis

            b. Bentuk Instrumen:
-      Tes PG
-      Tes isian
-      Tes uraian
            c. Contoh Instrumen:
-      Contoh PG
    Gelombang y1 dan y2 mempunyai panjang gelombang yang sama yaitu
     0,25 m. Jika posisi gelombang y1 terlihat 2 m dari posisi awal perambatan, maka posisi y2 jika interferensi konstruktif adalah ....
                                A. 2 m dan 1,8 m                                    D. 2 m dan 2,05 m
                                B. 2 m dan 1,9 m                                    E. 2 m dan 2,15 m
                                C. 2 m dan 1,75 m
-      Contoh isian
Gelombang dengan arah osilasi tegak lurus arah rambatan gelombang dinamakan ....
-      Contoh tugas rumah
Sebuah tali bermassa 100 g digetarkan dengan laju 10 m/s dan amplitudo 0,1m. Massa jenis tali 100 kg/m3 dan luasnya 2 cm3. Jika dalam perambatan dihasilkan energi sebesar 5 J/s, tentukan persamaan gelombangnya.





                                                                              Mekar Mulio,                          2010
Mengetahui
Kepala SMA Taman Siswa                                                     Guru Mata Pelajaran



Drs. H. Lukman Hakim                                                        Heni Yusnita S.Si
                                                                                   





























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah                         : SMA Taman Siswa
Kelas / Semester           : XII (Dua belas) / Semester I
Mata Pelajaran            : FISIKA

Standar Kompetensi
1.  Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

Kompetensi Dasar
   1.2  Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi dan cahaya.

Indikator
1.     Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang bunyi.
2.     Mendeskripsikan gejala dan ciri gelombang cahaya.

A. Tujuan Pembelajaran
        Peserta didik dapat:
1.      Menjelaskan konsep perambatan getaran pada partikel yang menyebabkan terjadinya perambatan bunyi.
2.      Menjelaskan faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi.
3.      Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi.
4.      Membedakan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik.
5.      Menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik.
6.      Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi (cepat rambat, frekuensi, panjang gelombang, dan intensitas bunyi).
7.      Membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
8.      Menghitung besaran-besaran gelombang bunyi yang dihasilkan oleh pipa organa tertutup, pipa organa terbuka, dan dawai.
9.      Menjelaskan gejala pemantulan bunyi.
10.  Menjelaskan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli.
11.  Menjelaskan gejala pembiasan bunyi.
12.  Menjelaskan percobaan interferensi celah ganda, interferensi celah tunggal, dan difraksi untuk menghitung besarnya panjang gelombang elektromagnetik yang melewati celah.
13.  Menjelaskan syarat terjadinya gelombang yang terpolarisasi.
14.  Membedakan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi.
15.  Menghitung diameter lensa untuk dapat memisahkan bayangan dua buah objek pengamatan yang jauh berdasarkan kriteria Rayleigh.

B. Materi Pembelajaran
          Gelombang Bunyi dan Gejala Gelombang Elektromagnetik

C. Metode Pembelajaran
   1.  Model      :   -  Direct Instruction (DI)
                                        -  Cooperative Learning

               2.  Metode    :  -   Diskusi kelompok
                                        -  Ceramah
                                        -  Eksperimen

D. Langkah-langkah Kegiatan




PERTEMUAN PERTAMA

         a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
     -   Mungkinkah kita mendengar bunyi petir dan melihat cahaya kilat secara bersamaan?
     -   Apakah intensitas bunyi yang dihasilkan berbeda jika sinar gitar dipetik satu per satu dengan dipetik bersama-sama?
l  Prasyarat pengetahuan:
   -   Faktor apakah yang mempengaruhi cepat rambat bunyi?
   -   Apakah yang dimaksud dengan taraf intensitas bunyi?

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan syarat terjadi dan terdengarnya bunyi.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan efek Doppler yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan efek Doppler yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal penerapan efek Doppler untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi kuat dan tinggi bunyi.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik.
l  Perwakilan peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh audiosonik, infrasonik, dan ultrasonik.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian intensitas bunyi.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai hubungan intensitas bunyi dengan jarak.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan taraf intensitas bunyi yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan taraf intensitas bunyi untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

         c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.







PERTEMUAN KEDUA

         a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Apakah setiap alat musik memiliki frekuensi alamiah?
-      Bagaimana cara mengatasi gaung dalam sebuah ruang konser?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan sumber bunyi?
-      Apakah yang dimaksud dengan gaung?

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian sumber bunyi.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk membedakan pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pola gelombang berdiri pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup.
l  Peserta didik memperhatikan hubungan panjang gelombang dengan panjang pipa organa dan panjang dawai yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan perbandingan panjang pipa dan frekuensi pada pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan perbandingan panjang pipa dan frekuensi pada pipa organa terbuka dan pipa organa tertutup untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan gejala pemantulan bunyi.
l  Peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan perbedaan gaung, gema, dan bunyi pantul yang memperkuat bunyi asli.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara mengatasi gaung  dalam sebuah ruang konser.
l  Peserta didik dalam kelompoknya mendiskusikan gejala pembiasan bunyi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

         c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA

         a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
Mengapa makin banyak jumlah celah pada kisi, maka makin sempit garis terang-galap-terang yang terbentuk?
Bagaimana gambar skema difraksi oleh satu celah?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan kisi?
-      Apakah yang dimaksud dengan difraksi?

b. Kegiatan Inti.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan interferensi celah ganda.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan perbedaan antara interferensi konstruktif dan interferensi destruktif.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai besaran-besaran pada interferensi celah ganda.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan konsep interferensi celah ganda yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan interferensi celah banyak (kisi).
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian kisi.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan untuk mendapatkan persamaan panjang gelombang yang melewati kisi.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan panjang gelombang yang melewati kisi yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan panjang gelombang yang melewati kisi untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan interferensi oleh lapisan tipis.
l  Peserta didik memperhatikan analisis fenomena interferensi cahaya oleh lapisan tipis secara matematis yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai gejala difraksi.

         c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEEMPAT

         a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Bagaimana syarat agar bayangan dari dua bintang yang berdekatan tampak terpisah pada perekam teleskop?
-      Apakah syarat terjadinya gelombang yang terpolarisasi?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apa yang dimaksud dengan daya resolusi?
-      Apakah yang dimaksud dengan polarisasi gelombang?

b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian daya resolusi.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai syarat diameter lensa untuk dapat memisahkan bayangan dua buah objek pengamatan yang jauh berdasarkan kriteria Rayleigh.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya resolusi yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan daya resolusi untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan polarisasi gelombang.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan cahaya yang terpolarisasi dan cahaya yang tidak terpolarisasi.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan sudut polarisasi cahaya yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan sudut polarisasi cahaya untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

         c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
  a. Buku Paket Fisika Yudistira
  b. Buku referensi yang relevan
  c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
        a. Teknik Penilaian:
Tes tertulis
        b. Bentuk Instrumen:
-      Tes PG
-      Tes isian
-      Tes uraian
        c. Contoh Instrumen:
    -  Contoh tes PG
Busa sabun tampak berwarna-warni bila terkena sinar matahari merupakan
peristiwa ....
 A. difraksi                                         D. polarisasi
 B. dispersi                                         E. interferensi
                          C. refraksi
-  Contoh tes isian
Intensitas bunyi dapat ditingkatkan dengan cara ....
-  Contoh tes uraian
Sebuah kereta api sedang bergerak mendekati stasiun dengan laju 31,8 m/s. Kereta tersebut membunyikan sirine dengan frekuensi 136 Hz. Berapakah frekuensi yang didengar oleh anak yang sedang duduk di stasiun?





                                                                              Mekar Mulio,                          2010
Mengetahui
Kepala SMA Taman Siswa                                                     Guru Mata Pelajaran



Drs. H. Lukman Hakim                                                        Heni Yusnita S.Si















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah                         : SMA Taman Siswa
Kelas / Semester           : XII (Dua belas) / Semester I
Mata Pelajaran            : FISIKA

Standar Kompetensi
            1.   Menerapkan konsep dan prinsip gejala gelombang dalam menyelesaikan masalah.

        Kompetensi Dasar
                         1.3  Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dan cahaya dalam teknologi.

Indikator
1.      Menerapkan konsep dan prinsip gelombang bunyi dalam teknologi.
2.      Menerapkan konsep dan prinsip gelombang cahaya dalam teknologi.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Memberikan contoh penerapan konsep gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang bunyi.
3.      Memberikan contoh penerapan konsep gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang cahaya.

B. Materi Pembelajaran
         Gelombang Bunyi dan Gejala Gelombang Elektromagnetik

C. Metode Pembelajaran
1.      Model  :  -  Direct Instruction (DI)
                                  -  Cooperative Learning
              2.  Metode  : -  Diskusi kelompok
                       -  Observasi
   -  Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Sebutkan manfaat gelombang ultrasonik bagi kehidupan manusia.
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Bagaimana sifat gelombang ultrasonik ketika berpindah dari satu medium ke medium lain?

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan contoh penerapan gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari.
l  Guru membagi tugas kelompok.
l  Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk menjelaskan prinsip kerja dari teknologi yang didasarkan pada konsep gelombang bunyi.
l  Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEDUA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
   -   Mengulang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
l  Prasyarat pengetahuan:
     -   Mempersiapkan materi yang belum dipresentasikan.

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok memperhatikan presentasi kelompok lain yang belum maju pada pertemuan sebelumnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk memberikan pertanyan kepada kelompok yang presentasi.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

         c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.



PERTEMUAN KETIGA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Apakah manfaat film polaroid?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Bagaimana prinsip kerja film polaroid?

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan contoh penerapan konsep  gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari.
l  Guru membagi tugas kelompok:
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja CD.
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja OHP.
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja mesin fotokopi.
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja scanner.
-       2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan fungsi dan prinsip kerja printer.
l  Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.
l  Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.
l  Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEEMPAT

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
   -   Mengulang materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya.
l  Prasyarat pengetahuan:
     -   Mempersiapkan materi yang belum dipresentasikan.

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok memperhatikan presentasi kelompok lain yang belum maju pada pertemuan sebelumnya.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk memberikan pertanyan kepada kelompok yang presentasi.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

         c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
  a. Buku Paket Fisika Yudistira
  b. Buku referensi yang relevan
  c. Lingkungan

F. Penilaian Hasil Belajar
        a. Teknik Penilaian:
-      Tes tertulis
-      Penugasan
        b. Bentuk Instrumen:
-      Tes PG
-      Tes uraian
-      Tugas rumah

       c. Contoh Instrumen:
-      Contoh tes PG
Warna biru di langit terjadi karena cahaya matahari mengalami ....
 A. difraksi                                          D dispersi
 B. refraksi                                           E. polarisasi
 C. interferensi
-      Contoh tes uraian
Suatu bunyi ultrasonik dengan frekuensi 2,5 Mhz dikirim ke darah dalam pembuluh darah. Darah tersebut bergerak mendekati sumber ultrasonik dengan laju 20 cm/s.
a. Berapakah frekuensi ultrasonik yang diterima oleh darah?
b. Berapakah frekuensi yang diterima sumber?
-      Contoh tugas rumah
Buatlah artikel tentang pemanfaatan gelombang elektromagnetik pada produk teknologi dalam keseharian.








                                                                              Mekar Mulio,                          2010
Mengetahui
Kepala SMA Taman Siswa                                                     Guru Mata Pelajaran



Drs. H. Lukman Hakim                                                        Heni Yusnita S.Si





























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah                         : SMA Taman Siswa
Kelas / Semester           : XII (Dua belas) / Semester I
Mata Pelajaran            : FISIKA

Standar Kompetensi
              2.    Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian                                 masalah dan produk teknologi.

Kompetensi Dasar
             2.1  Memformulasikan gaya listrik, kuat medan listrik, fluks, potensial listrik, dan                      energi potensial listrik serta penerapannya pada keping sejajar.

Indikator
Mendeskripsikan gaya elektrostatik (hukum Coulomb) pada muatan titik.
Mengaplikasikan hukum Coulomb dan hukum Gauss untuk mencari medan listrik bagi distribusi muatan kontinyu.
Memformulasikan energi potensial listrik dan kaitannya dengan gaya, medan listrik,  dan potensial listrik.
Memformulasikan prinsip kerja kapasitor keping sejajar.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
Menganalisis interaksi antar muatan melalui hukum Coulomb.
Menganalisis pengaruh medan listrik terhadap muatan listrik.
Menghitung medan listrik yang dihasilkan oleh muatan terdistribusi dalam benda yang berukuran besar.
Menjelaskan definisi fluks listrik dan hukum Gauss.
Menghitung medan listrik yang dihasilkan berbagai benda simetri yang terdistribusi muatan dengan menggunakan hukum Gauss.
Menjelaskan definisi energi potensial dan potensial listrik yang dimiliki sebuah muatan listrik.
Menghitung besarnya potensial listrik yang ditimbulkan oleh sebuah momen dipol listrik.
Menjelaskan keberlakuan teorema usaha-energi pada muatan yang mengalami gaya listrik.
Menjelaskan konsep bidang ekipotensial pada sebuah muatan listrik yang ditempatkan dalam ruang.
Menjelaskan definisi kapasitor sebagai salah satu komponen elektronika.
Menghitung besarnya kapasitansi berbagai jenis kapasitor.
Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan dielektrik terhadap kapasitansi kapasitor.
Memberikan contoh pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika.

B. Materi Pembelajaran
          Hukum Coulomb, Hukum Gauss, Potensial Listrik, dan Kapasitor

C. Metode Pembelajaran
             1.  Model   :  -  Direct Instruction (DI)
                                   -  Cooperative Learning
             2.  Metode :  -  Diskusi kelompok
                                   -  Observasi
                         -  Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan                                                         


PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Mengapa sisir yang telah digosok-gosokkan pada rambut dapat menarik potongan-potongan kertas?
-      Mengapa sebuah muatan dapat melakukan gaya pada muatan yang lain padahal kedua muatan tidak saling bersentuhan?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan gaya Coulomb?
-      Apakah yang dimaksud dengan medan listrik?

b. Kegiatan Inti
Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Coulomb.
Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyiapkan potongan-potongan kertas.
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menggosok-gosokkan sisir atau mistar plastik kemudian didekatkan pada potongan-potongan kertas.
Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk mengamati apa yang terjadi dan membuat kesimpulan dari percobaan tersebut.
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan.
Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan yang disampaikan oleh guru.
Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik.
Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan listrik.
Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan arah medan listrik.
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik dan distribusi muatan.
Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik dan distribusi muatan yang disampaikan oleh guru.
Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Coulomb oleh suatu muatan dan sejumlah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik.
Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai garis gaya listrik.

         c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.







PERTEMUAN KEDUA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Bagaimana syarat terjadinya fluks?
-      Apakah manfaat hukum Gauss?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan fluks listrik?
-      Apakah yang dimaksud dengan hukum Gauss?

b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian fluks listrik.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat
terjadinya fluks.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan fluks listrik yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan fluks listrik untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian hukum Gauss.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aplikasi hukum Gauss untuk menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang, pelat tak berhingga, dua pelat sejajar, bola isolator homogen, dan bola konduktor homogen.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang, pelat tak berhingga, dua pelat sejajar, bola isolator homogen, dan bola konduktor homogen yang dismpaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan besarnya medan listrik pada kawat lurus panjang, pelat tak berhingga, dua pelat sejajar, bola isolator homogen, dan bola konduktor homogen untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

         c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA

  a. Kegiatan Pendahuluan
Motivasi dan Apersepsi:
-      Mungkinkah medan listrik pada suatu tempat nol jika potensial listrik pada tempat tersebut nol?
-      Apakah bentuk bidang ekipotensial dari muatan bola yang tersebar homogen?
Prasyarat pengetahuan:
Apakah yang dimaksud dengan potensial listrik?
Apakah yang dimaksud dengan bidang ekipotensial?
           
  b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian energi potensial.
l  Peserta didik memperhatikan rumusan untuk mendapatkan persamaan energi potensial yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi potensial yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian potensial listrik.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perumusan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan potensial listrik yang dihasilkan oleh sebuah partikel dan banyak partikel untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai potensial listrik pelat sejajar dan akibat bahan dielektrik.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan teorema usaha-energi yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian bidang ekipotensial.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan bentuk bidang ekipotensial dari muatan titik, muatan bola yang tersebar homogen, muatan yang tersebar homogen pada kawat atau silinder, dan muatan yang tersebar pada pelat.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai satuan elektronvolt.
   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEEMPAT

   a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Bagaimana cara memperbesar kapasitansi kapasitor?
-      Dalam susunan apakah energi yang tersimpan dalam kapasitor menjadi lebih besar?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan kapasitansi kapasitor?
-      Apakah keuntungan kapasitor yang disusun secara pararel?

            b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kapasitor.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian kapasitansi kapasitor.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan kapasitansi kapasitor.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan kapasitansi kapasitor yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan kapasitansi kapasitor pelat sejajar.
l  Peserta didik memperhatikan rumusan untuk mendapatkan persamaan kapasitansi kapasitor pelat sejajar yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan kapasitansi kapasitor pelat sejajar yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memperbesar kapasitansi kapasitor.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan macam-macam rangkaian kapasitor.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan rangkaian kapasitor yang disusun secara seri dan secara pararel.
l  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan energi dalam kapasitor yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi dalam kapasitor yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan energi dalam kapasitor untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
  a. Buku Fisika Yudistira
  b. Buku referensi yang relevan
  c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
        a. Teknik Penilaian:
-      Tes tertulis
-      Penugasan
        b. Bentuk Instrumen:
-      Tes PG
-      Tes isian
-      Tes uraian
-      Tugas rumah
        c. Contoh Instrumen:
-      Contoh tes PG
Jari-jari lintasan elektron terdalam pada atom besi adalah 1,5x10-12 m. Besar gaya Coulomb antara inti besi (q = 26 e) dan elektron dilintasan terdalam
adalah ....
 A. 4 x 10-14 N                          D. 2,7 x 10-3 N
 B. 6 x 10-8 N                            E. 7 x 10-2 N
 C. 1 x 10-4 N
-      Contoh tes isian
Sebuah cincin tipis berjari-jari 24 cm mengandung muatan yang terdistribusi kontinyu sebesar 350 nC. Pada jarak 28 cm tepat di depan sumbu cincin, terdapat muatan uji sebesar 85 nC. Besarnya energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan uji ini sejauh 57 cm dari posisi mula-mula
adalah ....
-      Contoh tes uraian
Bola konduktor yang berdiameter d = 15 cm membawa muatan netto
q = 6,4 μC yang tersebar merata di permukaan. Tentukan medan listrik pada jarak 5 cm dari pusat bola dan 17 cm dari permukaan bola.
-      Contoh tugas rumah
Buatlah artikel tentang pemanfaatan kapasitor dalam peralatan elektronika.

                                                                              Mekar Mulio,                          2010
Mengetahui
Kepala SMA Taman Siswa                                                     Guru Mata Pelajaran



Drs. H. Lukman Hakim                                                        Heni Yusnita S.Si
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah                         : SMA Taman Siswa
Kelas / Semester           : XII (Dua belas) / Semester I
Mata Pelajaran            : FISIKA

Standar Kompetensi
             2.   Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian        masalah dan produk teknologi.

Kompetensi Dasar
             2.2   Menerapkan induksi magnetik dan gaya magnetik pada beberapa produk                             teknologi.

Indikator
1.      Mendeskripsikan induksi magnetik sekitar kawat berarus.
2.      Mendeskripsikan gaya magnetik pada kawat berarus dan muatan bergerak.
3.      Menerapkan prinsip induksi magnetik dan gaya magnetik dalam teknologi.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
1.      Menerangkan fenomena kemagnetan dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Membuat magnet buatan dari potongan logam dengan memanfaatkan magnet permanen.
3.      Menjelaskan gaya antar-kutub magnet.
4.      Menjelaskan cara membuat dan menghilangkan sifat magnet suatu bahan.
5.      Menganalisis pengaruh medan magnet terhadap kawat yang dialiri arus listrik dan terhadap muatan listrik yang bergerak.
6.      Menjelaskan pengertian gaya Lorentz.
7.      Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz pada beberapa produk teknologi.
8.      Menentukan massa partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet.
9.      Menjelaskan cara kerja spektrometer massa.
10.  Menganalisis fenomena munculnya medan magnet pada suatu konduktor berarus melalui hukum Biot-Savart.
11.  Menghitung medan magnet yang timbul pada kawat berarus listrik dalam berbagai bentuk.
12.  Merumuskan besarnya medan magnet pada kawat berarus listrik dalam beragam bentuk geometri.
13.  Menghitung besaran-besaran yang terkait dengan hukum Ampere.

B. Materi Pembelajaran
         Kemagnetan, Hukum Biot-Savart, dan Hukum Ampere

C. Metode Pembelajaran
             1.  Model   :  -  Direct Instruction (DI)
                                   -  Cooperative Learning
             2.  Metode  : -  Diskusi kelompok
                                   -  Eksperimen
                                   -  Observasi
                         -  Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA
a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Apa yang terjadi jika kita letakkan sebatang besi di antara dua kutub
magnet yang berbeda?
-      Apakah sifat kemagnetan bahan dapat hilang?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah syarat terjadinya gaya tarik menarik antar-kutub magnet?
-      Bagaimana cara menghilangkan sifat magnet suatu bahan?
l  Pra eksperimen:
-      Berhati-hatilah menggunakan alat-alat praktikum.
b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan magnet permanen.
l  Peserta didik memperhatikan perumusan gaya antar-kutub magnet yang disampaikan oleh guru.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan syarat terjadinya gaya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik antar-kutub magnet.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya antar-kutub magnet yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya antar-kutub magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil magnet batang yang cukup besar, magnet jarum, dan benang.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami karakteristik dari suatu kutub magnet (Kegiatan 10.1 h.147).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan berdasarkan hasil eksperimen yang telah dilakukan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara membuat dan menghilangkan sifat kemagnetan suatu bahan.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan konsep garis gaya magnetik.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai pengertian dan sifat medan magnet.
c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz?
-      Bagaimana cara kerja spektrometer massa?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan gaya Lorentz?
-      Apakah yang dimaksud dengan spektrometer massa?
   b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Lorentz.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara mendapatkan rumusan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menentukan arah gaya Lorentz.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus dan pada muatan yang bergerak untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian spektrometer massa.
l  Peserta didik memperhatikan cara kerja spektrometer massa yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aurora.
   c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Berapa kuat medan magnet di sekitar arus listrik?
-      Bagaimana pola medan magnet yang dihasilkan solenoid?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah fungsi hukum Biot-Savart?
-      Apakah yang dimaksud dengan solenoid?
   b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Biot-Savart.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penerapan hukum Biot-Savart untuk menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan medan magnet pada kawat lurus tak berhingga, cincin, solenoid, dan toroid untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi hukum Biot-Savart.
l  Peserta didik memperhatikan aplikasi hukum Biot-Savart pada kawat sejajar dan pada gaya antara dua kawat berarus listrik yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai definisi satu ampere.

   c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KEEMPAT

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Berapakah besarnya medan magnet yang dihasilkan oleh kawat panjang
lurus berarus listrik pada kawat itu sendiri?
l  Prasyarat pengetahuan:
Apakah aplikasi hukum Ampere dalam kehidupan sehari-hari?


  b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Ampere dalam bentuk integral.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai aplikasi hukum Ampere dalam menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang, solenoid, dan toroid.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang, solenoid, dan toroid dengan menggunakan hukum Ampere yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan medan magnet pada kawat lurus panjang, solenoid, dan toroid dengan menggunakan hukum Ampere untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
  
c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
  a. Buku Paket Fisika Yudistira
  b. Buku referensi yang relevan
  c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
       a. Teknik Penilaian:
-      Tes tertulis
-      Penugasan
        b. Bentuk Instrumen:
-      Tes PG
-      Tes uraian
-      Tugas rumah
        c. Contoh Instrumen:
-      Contoh tes PG
Besarnya kuat medan magnet yang dihasilkan pada jarak 1 cm oleh kawat lurus yang dialiri arus sebesar 12 A adalah ....
 A. 2,4 x 10-4 T                                                            D. 2,4 x 10-5 T
 B. 1,8 x 10-4 T                                                            E. 1,2 x 10-5 T
 C. 1,4 x 10-4 T
-      Contoh tes uraian
Sebuah muatan positif 0,2 C bergerak dengan laju 2 m/s dalam medan magnet yang besarnya 5 Wb/m2. Arah kecepatan itu sejajar dengan arah medan magnet. Tentukan besarnya gaya yang dialami muatan tersebut.
-      Contoh tugas rumah
Buatlah artikel tentang aplikasi gaya Lorentz pada produk teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
                                                                                                                                                                                                            Mekar Mulio,                          2010
Mengetahui
Kepala SMA Taman Siswa                                                     Guru Mata Pelajaran



Drs. H. Lukman Hakim                                                        Heni Yusnita S.Si

   


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )


Sekolah                         : SMA Taman Siswa
Kelas / Semester           : XII (Dua belas) / Semester I
Mata Pelajaran            : FISIKA

Standar Kompetensi
    2.   Menerapkan konsep kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian               masalah dan produk teknologi.

Kompetensi Dasar
            2.3  Memformulasikan konsep induksi Faraday dan arus bolak-balik serta                      penerapannya.

Indikator
1.      Memformulasikan konsep induksi elektromagnetik.
2.      Menerapkan konsep induksi elektromagnetik pada teknologi.
3.      Memformulasikan konsep arus induksi dan ggl induksi.
4.      Memformulasikan konsep arus dan tegangan bolak-balik.

A. Tujuan Pembelajaran
         Peserta didik dapat:
Mendeskripsikan fluks magnet pada permukaan yang tertembus sejumlah garis gaya magnet.
Menyebutkan bunyi hukum Faraday.
Membuat dinamo mini.
Menyebutkan bunyi hukum Lenz.
Menganalisis arah aliran arus dalam suatu kumparan yang dilalui oleh medan magnet melalui hukum Lenz.
Menganalisis fenomena munculnya GGL Induksi pada ujung solenoida yang diakibatkan oleh arus AC di dalam solenoida.
Menganalisis induktansi oleh perak solenoida yang dialiri arus AC.
Memberikan contoh aplikasi hukum Faraday dalam kehidupan sehari-hari.
Memformulasikan arus listrik dan tegangan AC.
Menjelaskan pengertian diagram fasor.
Menjelaskan cara menggambar diagram fasor.
Menganalisis besaran-besaran yang terkait dengan arus dan tegangan listrik bolak-balik.
Memecahkan permasalahan sederhana pada rangkaian listrik AC yang terdiri dari resistor, induktor, dan kapasitor.

B. Materi Pembelajaran
          GGL Induksi, Induktansi, dan Arus Bolak-Balik

C. Metode Pembelajaran
             1.  Model   :  -  Direct Instruction (DI)
                        -  Cooperative Learning

             2.  Metode  : -  Diskusi kelompok
                        -  Eksperimen
                          -  Ceramah

D. Langkah-langkah Kegiatan




                                                             PERTEMUAN PERTAMA

a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Mungkinkah fluks magnetik bernilai nol ketika medan magnet tidak
bernilai nol?
-      Apakah kelistrikan dapat dihasilkan oleh peristiwa kemagnetan?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan fluks magnet?
-      Sebutkan bunyi hukum Faraday.

b. Kegiatan Inti
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian fluks magnet.
l  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan fluks magnet.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan fluks magnet yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan fluks magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Faraday.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan hukum Faraday.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi GGL induksi.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan GGL induksi yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan GGL induksi untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c. Kegiatan Penutup
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Bagaimana prinsip kerja dinamo?
-      Bagaimana hubungan hukum Lenz dengan hukum kekekalan energi?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah fungsi dari dinamo?
-      Apakah makna pernyataan hukum Lenz?

l  Pra eksperimen:
-      Berhati-hatilah menggunakan alat-alat praktikum.

   b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan prinsip kerja dinamo.
l  Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil bungkus plastik silinder bekas roll film, kawat tembaga tipis yang terisolasi sepanjang 3 m, potongan kardus berbentuk lingkaran, penggaris, gunting, amplas, solder dan timah solder, satu buah LED, dan satu buah magnet berukuran kecil namun dengan kemagnetan yang kuat.
l  Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen membuat dinamo mini (Proyek Ilmiah h.197).
l  Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.
l  Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik menjawab beberapa pertanyaan berdasarkan hasil eksperimen dalam lembar kerja yang telah disiapkan oleh guru.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Lenz.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan bunyi hukum Lenz.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai maksud pernyataan hukum Lenz.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum Lenz yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal penerapan hukum Lenz untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
PERTEMUAN KETIGA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Faktor apakah yang mempengaruhi induktansi diri pada solenoida?
-      Apakah induktansi diri pada solenoida dapat diperbesar?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan induktansi?
-      Bagaimana cara memperbesar induktansi pada solenoida?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan GGL antara dua ujung solenoida.
l  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan GGL induksi yang dihasilkan solenoida yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan GGL induksi yang dihasilkan solenoida yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan GGL induksi yang dihasilkan solenoida untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induktansi.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan induktansi diri.
l  Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi induktansi diri pada solenoida.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan induktansi diri pada solenoida yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induktansi bersama.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan induktansi bersama.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan induktansi bersama yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan induktansi diri dan induktansi bersama untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memperbesar induktansi.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.


PERTEMUAN KEEMPAT

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Faktor apakah yang mempengaruhi energi yang tersimpan dalam
solenoida?
-      Bagaimana prinsip kerja transformator?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Bagaimana rumusan untuk mendapatkan energi medan magnet?
-      Apakah yang dimaksud dengan transformator?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan energi medan magnet.
l  Peserta didik memperhatikan perumusan untuk mendapatkan persamaan energi medan magnet yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi medan magnet yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan energi medan magnet untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan faktor yang mempengaruhi energi yang tersimpan dalam solenoida.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian transformator.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai prinsip kerja transformator.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan daya trafo.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya trafo yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan daya trafo untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.
PERTEMUAN KELIMA

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Bagaimana gambar grafik arus bolak-balik?
-      Bagaimana cara menghitung tegangan root mean square (Vrms)?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Apakah yang dimaksud dengan arus bolak-balik?
-      Apakah yang dimaksud dengan tegangan root mean square (Vrms)?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian arus bolak-balik.
l  Peserta didik memperhatikan perumusan arus dan tegangan bolak-balik yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan gambar grafik arus bolak-balik.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tegangan rata-rata dan tegangan root mean square (Vrms).
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan persamaan tegangan rata-rata dan tegangan root mean square (Vrms).
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan tegangan root mean square (Vrms) yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan tegangan root mean square (Vrms) untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan daya dan daya rata-rata.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan daya dan daya rata-rata.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya dan daya rata-rata yang disampaikan oleh guru.

   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.



PERTEMUAN KEENAM

  a. Kegiatan Pendahuluan
l  Motivasi dan Apersepsi:
-      Apa yang dimaksud dengan pernyataan “tegangan antara ujung-ujung
induktor mendahului arus sebesar 900”?
-      Bagaimana cara menggambar diagram fasor?
l  Prasyarat pengetahuan:
-      Mengapa tegangan antara ujung-ujung induktor mendahului arus
sebesar 900?
-      Apakah yang dimaksud dengan diagram fasor?

  b. Kegiatan Inti
l  Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor, kapasitor, dan induktor.
l  Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan gambar grafik arus dan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor, kapasitor, dan induktor.
l  Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal.
l  Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan persamaan arus dan tegangan bolak-balik yang terukur pada ujung-ujung resistor, kapasitor, dan induktor.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian diagram fasor.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menggambar diagram fasor.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menggambar diagram fasor yang disampaikan oleh guru.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan rangkaian RLC seri.
l  Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mendapatkan rumusan besaran-besaran dalam rangkaian RLC seri.
l  Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan besaran-besaran dalam  rangkaian RLC seri yang disampaikan oleh guru.
l  Guru memberikan beberapa soal menentukan besaran-besaran dalam rangkaian RLC seri untuk dikerjakan oleh peserta didik.
l  Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

   c. Kegiatan Penutup
l  Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.
l  Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.
l  Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar
  a. Buku Paket Fisika Yudistira
  b. Buku referensi yang relevan
  c. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar
       a. Teknik Penilaian:
-      Tes tertulis
-      Tes unjuk kerja
        b. Bentuk Instrumen:
-      Tes PG
-      Tes isian
-      Tes uraian
-      Uji petik kerja prosedur
        c. Contoh Instrumen:
-      Contoh tes PG
Sebuah kumparan memiliki hambatan R = 1 Ω dan induktansi L = 0,3 H. Arus listrik dalam kumparan jika dihubungkan dengan tegangan 20 volt DC
adalah ....
 A. 10 A                                                          D. 28,6 A
 B. 15,4 A                                                       E. 30 A
 C. 20 A
-      Contoh tes isian
Kumparan kawat dengan jari-jari 5 cm diletakkan tegak lurus pada suatu medan magnet yang fluksnya berubah dari 1,5 Wb/m2 menjadi 2,1 Wb/m2 dalam waktu ½ Π menit. GGL yang terjadi pada kumparan adalah ....
-      Contoh tes uraian
Sebuah kumparan yang terdiri dari 100 lilitan mempunyai jari-jari 5 cm dan hambatan 25 Ω. Hitunglah laju perubahan medan magnet agar menghasilkan arus sebesar 4 A.






                                                                              Mekar Mulio,                          2010
Mengetahui
Kepala SMA Taman Siswa                                                     Guru Mata Pelajaran



Drs. H. Lukman Hakim                                                        Heni Yusnita S.Si




0 komentar:

Poskan Komentar